
Founder CBN Ngada Fridus Muga Sambut Hangat Stadion Lebijaga Jadi Salah Satu Venue PON 2028
NERAFLORES.COM, BAJAWA – Founder Club Sepak Bola Citra Bakti Ngada (CBN), Fridus Muga, menyambut baik rencana menjadikan Stadion Lebijaga di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Fridus menilai survei yang dilakukan terhadap Stadion Lebijaga menjadi langkah positif bagi perkembangan sepak bola di Kabupaten Ngada. Menurutnya, peluang tersebut merupakan kesempatan bagi daerah untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan pesta olahraga nasional sekaligus menunjukkan potensi sepak bola Ngada di tingkat yang lebih luas.
Sebagai salah satu klub sepak bola di Kabupaten Ngada dan anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTT, CBN menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah mempersiapkan daerah agar dapat menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola pada PON 2028.
“Sebagai slaha satu tim sepak bola di Ngada dan juga anggota asprov NTT, Tentu menyambut baik dengan surveinya stadion lebih jaga sebagai salah satu Venue untuk PON 2028, “ ujar Fridus, Sabtu (17/10/2026) siang.
Fridus mengatakan, kesiapan menjadi tuan rumah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk klub sepak bola dan para pelaku olahraga di daerah.
Dukungan tersebut dinilai penting agar seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana olahraga hingga keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan agenda olahraga nasional tersebut.
“Kami selaku pelaku sepak bola di Ngada memberikan dukungan kepada pemerintah untuk bagamana menyiapkan diri menjadi tuan rumah PON 2028,” ujar Anggota DPRD Ngada itu.
Lebih jauh, Fridus berharap penyelenggaraan pertandingan sepak bola pada PON 2028 di Ngada dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan olahraga berskala nasional berpotensi mendatangkan banyak orang ke daerah, mulai dari atlet, ofisial tim, perangkat pertandingan hingga pendukung masing-masing kontingen. Kehadiran mereka dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Sektor usaha seperti kuliner, penginapan, transportasi dan perdagangan berpotensi ikut bergerak apabila Kabupaten Ngada dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan pertandingan.
Karena itu, Fridus memandang momentum PON 2028 bukan semata-mata tentang pertandingan dan prestasi olahraga, melainkan juga kesempatan untuk memperkenalkan Kabupaten Ngada kepada masyarakat yang lebih luas.
“Harapan kita tentu sepak bola akan memberikan dampak, efek terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, biasanya kegiatan itu akan melibatkan pelaku usaha. Dengan kita jadi salah satu tuan rumah PON sepak Bola menuju Industri dan akan membawa ketertarikan sendiri untuk Ngada dan pelaku usaha,” tambah Fridus.
Ia berharap rencana pemanfaatan Stadion Lebijaga sebagai salah satu venue PON 2028 dapat ditindaklanjuti dengan persiapan yang matang. Dengan demikian, Kabupaten Ngada tidak hanya berpeluang menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga memperoleh manfaat jangka panjang bagi perkembangan sepak bola dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dukungan dari klub-klub lokal seperti CBN diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas sepak bola dalam menyambut peluang tersebut.(*)
(*NF)

