
Pemkab Ngada Perkuat Pengendalian Ancaman Kerusakan Hutan bersama Lintas Sektor
NERAFLORES.COM,BAJAWA-Upaya memperkuat pengendalian terhadap berbagai ancaman dan kerusakan hutan di wilayah Ngada dan Manggarai Timur dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Ancaman dan Kerusakan Hutan yang berlangsung di Hotel Virgo, Bajawa, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Ngada, Nicolaus Noiwuli, yang mewakili Bupati Ngada. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa persoalan kerusakan hutan dan keanekaragaman hayati merupakan isu yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama, karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia menyoroti berbagai ancaman terhadap hutan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, antara lain kebakaran hutan, penebangan liar, perburuan liar dan penambangan ilegal, yang dalam skala dan bentuk berbeda juga terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak mengenal batas administrasi pemerintahan sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas sektor dan kolaborasi lintas wilayah dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, pengelola kawasan hutan dan konservasi, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, akademisi serta para mitra pembangunan.
“Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi ancaman dan permasalahan yang terjadi di lapangan, mengevaluasi upaya yang telah dilakukan, serta menyusun langkah-langkah konkret dan terintegrasi dalam pengendalian ancaman dan kerusakan hutan,” demikian disampaikan Asisten II Nicolaus Noywuli.
Ia berharap rapat koordinasi tidak berhenti pada diskusi dan menghasilkan dokumen semata, tetapi dapat melahirkan kesepakatan dan rencana aksi bersama yang jelas dan terukur, disertai pembagian tugas serta tanggung jawab yang dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak.
Pemerintah Kabupaten Ngada juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur, jajaran pemerintah daerah, TNI dan Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), BPBD, pemerintah kecamatan, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam upaya perlindungan dan pengelolaan hutan.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sejumlah pemaparan materi, antara lain mengenai potensi dan tantangan pengelolaan hutan konservasi, serta hutan produksi dan hutan lindung di Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur. Peserta juga mendapatkan materi mengenai potensi dan tantangan pengelolaan kawasan hutan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan perlindungan hutan.
Selain itu, dibahas proses penegakan hukum dalam kasus tindak pidana kehutanan, strategi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta pengurangan risiko bencana berbasis lintas sektor. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para peserta dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai persoalan dan tantangan yang ditemukan dalam pengelolaan serta perlindungan hutan di lapangan. Diskusi diarahkan untuk mengidentifikasi persoalan, mencari jalan keluar, serta membangun kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh masing-masing pihak sesuai tugas dan kewenangannya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, Asisten 2 Setda Manggarai Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, pimpinan perangkat daerah terkait dari Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada; Kepala KPH Manggarai Timur serta KPH Ngada dan Nagekeo, perwakilan BPBD Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, pihak Polres Manggarai Timur dan Ngada, Pihak Kejaksaan Negeri Ruteng dan Kejaksaan Negeri Ngada, para camat, mitra konservasi, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, serta para pemangku kepentingan.(cha)