← Kembali ke Beranda

Baku Tembak dengan Marinir di Sorong Raya, Komandan Operasi OPM Tewas

"Setelah situasi dinilai kondusif, personel Satgas langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan satu jenazah yang diidentifikasi sebagai Manfred Fatem. Dia merupakan Komandan Operasi Kodap IV Sorong Raya."

Redaksi NeraFlores • • 2 menit baca
Penulis: Redaksi NeraFlores • Bagikan: WA FB X
Operasi penindakan di kawasan hutan Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan.
Operasi penindakan di kawasan hutan Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan.

JAKARTA, NERAFLORES.Com - Kontak tembak sengit terjadi antara prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan Sungai Frambu, Papua Barat Daya.

 Tiga anggota OPM dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut. Kontak tembak ini terjadi dalam rangkaian Operasi Badai Kasuari 3.10 yang digelar oleh Satgas Gobang VII Yonif 9 Marinir pada Jumat (9/10/2026).

 Komandan Satgas Gobang VII Yonif 9 Marinir, Letnan Kolonel Marinir Lalili Nugroho, menjelaskan operasi ini merupakan kelanjutan dari penindakan di kawasan hutan Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan.

Wilayah ini terus dipantau sejak awal Oktober 2026 berdasarkan perkembangan informasi intelijen.

 "Pada Jumat sekitar pukul 09.00 WIT, prajurit mendeteksi adanya tiga anggota kelompok bersenjata yang membawa dua pucuk senjata api laras panjang di sekitar Sungai Frambu," ujar Lalili dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Korps Marinir (Dispen Kormar), Minggu (11/10/2026).

Situasi di lapangan berkembang cepat hingga terjadi baku tembak pada pukul 09.10 WIT. Setelah situasi dinilai kondusif, personel Satgas langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan satu jenazah yang diidentifikasi sebagai Manfred Fatem. Dia merupakan Komandan Operasi Kodap IV Sorong Raya.

 "Bersamanya, ditemukan pula satu pucuk senjata api jenis AK-101," tambahnya.

 Sementara itu, dua anggota OPM lainnya diidentifikasi bernama Anton Fatem (Komandan Batalyon Ayosami) dan Yesias Fatem (Komandan Batalyon Mosata Kodap IV Sorong Raya). Keduanya dilaporkan tewas, namun jenazahnya hanyut terbawa arus sungai.

 Laporan komando operasi telah mengonfirmasi status kematian ketiga target tersebut. Selain melumpuhkan tiga pentolan OPM, Satgas menyita satu pucuk senjata api AK-101. Adapun satu pucuk senjata api jenis Caracal yang dibawa kelompok tersebut dilaporkan ikut jatuh dan terbawa arus sungai saat insiden terjadi.

Dispen Kormar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dari pihak prajurit Marinir dalam kontak tembak tersebut. Saat ini, operasi pengamanan di wilayah Papua Barat Daya terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas keamanan dan memastikan aktivitas masyarakat berjalan normal.

 (*NF)

Berita Terkait

Berita Terbaru