
Bupati Ngada Buka Dialog dengan Pemilik Lahan Geotermal di Jerebuu, Bahas Apa?
NERAFLORES.COM, BAJAWA – Bupati Ngada, Raymundus Bena, membuka dialog bersama masyarakat pemilik lahan geotermal di Kantor Camat Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dialog ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak pengelola, dan masyarakat untuk membahas pengembangan energi panas bumi atau geothermal di wilayah Jerebuu.
Pertemuan perdana yang melibatkan unsur Forkopimda dan masyarakat pemilik lahan dari Desa Tuweriwu I dan Desa Dariwali ini turut dihadiri Wakil Bupati Ngada, Ketua DPRD Ngada, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri, serta perwakilan PT Daya Mas Naga Geothermal.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada, Raymundus Bena, menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, pengelola geothermal, dan masyarakat.
Menurut Raymundus, dialog menjadi langkah penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan jelas mengenai pengembangan energi panas bumi, termasuk menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat.
Ia meminta pihak pengelola memanfaatkan forum tersebut untuk menjelaskan berbagai hal secara terbuka, sehingga masyarakat dapat memahami program pengembangan geothermal beserta persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaannya.
“Melalui ruang dialog ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai geothermal. Karena itu, saya berharap pihak pengelola dapat menyampaikan informasi secara terbuka dan menjelaskan berbagai hal yang menjadi pertanyaan maupun kekhawatiran masyarakat,” ungkap Bupati.
Raymundus juga mengajak masyarakat untuk menggunakan forum dialog sebagai kesempatan menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan persoalan yang mereka hadapi.
Ia menegaskan, setiap persoalan perlu disikapi melalui komunikasi yang baik dan upaya mencari solusi bersama. Menurutnya, pemahaman bersama dapat dibangun apabila semua pihak bersedia mendengarkan dan membahas persoalan secara bijaksana.
Bupati berharap pengembangan energi panas bumi di Kabupaten Ngada tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta memberikan manfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan bersama.
Karena itu, keterbukaan informasi dan komunikasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk membangun kepercayaan antara masyarakat, pemerintah, dan pihak pengelola, terutama dalam pembahasan yang berkaitan dengan lahan milik warga.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi dari PT Daya Mas Naga Geothermal bertajuk “Mengenal Energi Panas Bumi”.
Pemaparan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai energi panas bumi sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan persoalan terkait rencana maupun pelaksanaan kegiatan geothermal.
Melalui dialog tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngada berharap komunikasi antara seluruh pihak dapat terjalin lebih baik. Dengan demikian, berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka, objektif, dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan hak serta kepentingan masyarakat pemilik lahan.(*)
(*NF)

