
Bupati Ngada Paparkan Peta Jalan Akses Pendidikan, Keberlanjutan Hingga Perlindungan Anak dalam Raker Yasukda
NERAFLORES.COM,BAJAWA-Bupati Ngada menegaskan bahwa pendidikan dapat mengubah kehidupan dan menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, penyelenggaraan pendidikan membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ngada Raymundus Bena saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dalam Penyelenggaraan Yasukda yang berlangsung di Aula Kemah Tabor Mataloko, Sabtu (10/10). Kegiatan yang telah berlangsung sejak Kamis ini diikuti para kepala sekolah jenjang SD hingga SMA Katolik, pengawas, serta komite sekolah.
Dalam arahannya, Bupati memaparkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Ngada di bidang pendidikan yang dijalankan melalui visi dan misi pembangunan daerah serta semangat Murni Kasih, sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pada tahun 2026, pemerintah memberikan bantuan seragam secara selektif kepada 3.150 siswa PAUD, 2.450 siswa SD, dan 2.871 siswa SMP. Bantuan beasiswa juga diberikan kepada 1.817 siswa SD dan 890 siswa SMP.
Sementara itu, revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan diperluas dengan cakupan 27 PAUD, satu unit sekolah baru (USB), 23 SD, dan lima SMP, dengan total anggaran sekitar Rp43,46 miliar. Perhatian terhadap pendidikan tinggi juga diperkuat melalui kerja sama dengan 15 perguruan tinggi dan berbagai skema bantuan serta afirmasi bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa kedokteran.
Bupati menekankan bahwa kebijakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan tata kelola sekolah, pembentukan karakter, serta perhatian terhadap keamanan dan keselamatan peserta didik. Ia mengharapkan sekolah, orang tua, dan komite membangun komunikasi dan kerja sama yang baik agar anak-anak memperoleh lingkungan pendidikan yang berkualitas dan mendukung masa depan mereka.
Dalam forum yang sama, Ketua DPRD Ngada Romi Juji menyoroti keberlangsungan sekolah swasta dan kondisi guru-guru swasta di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan saat ini. Ia menilai rapat kerja ini menjadi ruang yang baik untuk membahas persoalan yang dihadapi sekolah swasta, termasuk keberlanjutan lembaga pendidikan dan dukungan terhadap para guru.
Pembahasan bersama dinilai penting untuk menemukan solusi agar sekolah swasta tetap dapat menjalankan perannya dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Rapat kerja ini turut menghadirkan Ketua Pengadilan Negeri Bajawa, perwakilan Kejaksaan, perwakilan Kodim Ngada, dan perwakilan Polres Ngada untuk memberikan materi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, terutama terkait kebijakan pembangunan pendidikan, perlindungan anak, dan mitigasi bencana daerah.
Ketua Pengadilan Negeri Bajawa secara khusus menyampaikan keprihatinan terhadap perkara yang melibatkan anak, terutama kasus pencabulan terhadap anak. Ia menekankan pentingnya kepedulian dan perhatian semua pihak dalam melindungi anak. Pengaruh media sosial terhadap perilaku anak juga menjadi perhatian bersama, sehingga diperlukan pendampingan, pengawasan, dan komunikasi yang baik antara orang tua, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Melalui rapat kerja ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen antara penyelenggara pendidikan, pemerintah, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan pendidikan, menjaga keberlangsungan sekolah, memperkuat perlindungan anak, dan menyiapkan generasi Ngada yang unggul, mandiri, dan berbudaya.(*)

