
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa Sandang Gelar Magister di Malang
NERANTT.COM, MALANG– Universitas Merdeka (UNMER) Malang kembali menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (17/10/2026).
Sebanyak 1.191 wisudawan dari berbagai strata resmi dikukuhkan dalam acara khidmat yang pelaksanaannya dibagi menjadi dua gelombang.
Acara wisuda kali ini terasa istimewa dengan hadirnya tokoh-tokoh penting dan pengumuman pencapaian gemilang kampus.
Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, dalam sambutannya membagikan kabar membanggakan bahwa kampus yang telah mencetak lebih dari 50 ribu alumni tersebut berhasil menempati peringkat pertama sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Kota Malang versi EduRank 2026.
Dalam pesannya kepada para lulusan, Rektor menekankan pentingnya memegang teguh nilai "Satria Bhirawa Anoraga"—yang bermakna berani membela kebenaran namun tetap rendah hati. Beliau mengingatkan adaptasi di era teknologi modern, "Di era kecerdasan buatan saat ini, mesin memang dapat berpikir cepat, namun kejujuran, empati, dan keberanian mengambil keputusan tetaplah menjadi kekuatan utama manusia."
Rapat Terbuka Senat ini turut dihadiri oleh Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Muhammad Najib, yang memberikan orasi ilmiah, serta Brigjen TNI Zainul Bahar yang hadir mewakili Pangdam V Brawijaya.
Momen menarik mewarnai prosesi wisuda dengan kehadiran Wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan, Paskalis Imadawa. Ia tidak hadir sebagai tamu kehormatan, melainkan duduk di barisan terdepan sebagai salah satu wisudawan yang sukses meraih gelar Magister Administrasi Publik (M.AP).
Seusai prosesi, Paskalis Imadawa membagikan rasa syukurnya karena berhasil merampungkan pendidikan pascasarjana tepat waktu tanpa tunggakan. Mewakili keluarga besar masyarakat Papua Selatan, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh dosen, pendidik, dan karyawan UNMER Malang.
"Kampus ini memiliki pendekatan yang sangat humanis dan kekeluargaan, selalu mendampingi mahasiswa, serta tidak membedakan suku, ras, maupun agama(*).

