← Kembali ke Beranda

Pemkab Ngada Siap Terbangkan 6 Siswa Regina Pacis Kuliah ke Taiwan

Sebagai catatan, Pemkab Ngada terhitung sukses dalam intervensi pendidikan tinggi. Pemda tercatat telah mengirimkan hampir 1.000 putra-putri daerah ke berbagai perguruan tinggi dalam negeri melalui skema kemitraan serupa yang disokong beasiswa Program Murni Kasih. Selain sektor formal, program andalan ini juga telah memfasilitasi pengiriman tenaga kerja magang ke Jepang.

Redaksi NeraFlores • • 3 menit baca
Ngada • Penulis: Redaksi NeraFlores • Bagikan: WA FB X
Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu terima  enam pelajar SMAS Regina Pacis Bajawa  yang akan melànjutkan studi ke Taiwan, di Ruang Rapat Kantor Bupati Ngada, Selasa (13/10/2026)
Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu terima enam pelajar SMAS Regina Pacis Bajawa yang akan melànjutkan studi ke Taiwan, di Ruang Rapat Kantor Bupati Ngada, Selasa (13/10/2026)

BAJAWA, NERAFLORES.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus tancap gas memperkuat investasi sumber daya manusia (SDM). Kali ini, Pemkab Ngada resmi memfasilitasi enam pelajar SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa yang sukses lolos program perkuliahan ke Taiwan.

 Langkah global para pelajar ini berhasil terwujud berkat skema kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

 Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu menerima langsung keenam pelajar berprestasi tersebut di Ruang Rapat Kantor Bupati Ngada, Selasa (13/10/2026).

 Pertemuan resmi ini juga dihadiri oleh manajemen sekolah serta orang tua murid. Dalam kerja sama ini, SMAS Regina Pacis sebenarnya mendapatkan kuota 11 pelajar untuk mengakses pendidikan tinggi di UGM dan Taiwan.

 Dari jatah tersebut, enam pelajar memantapkan diri mengambil kesempatan emas studi ke luar negeri. Bupati Ngada Raymundus Bena menegaskan, pemerintah daerah mengambil posisi untuk berkolaborasi dengan orang tua murid demi meringankan beban finansial kuliah luar negeri yang relatif tinggi. Bantuan pembiayaan ini disalurkan melalui Program Murni Kasih.

"Kami bangga melihat putra-putri Ngada terus berkembang maju di bidang pendidikan. Ini semua akan menjadi aset masa depan daerah. Pemerintah daerah harus hadir membantu pembiayaan bersama orang tua agar langkah anak-anak ini dimudahkan," ujar Bupati.

 Ia juga mengapresiasi pihak SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa yang dinilai konsisten menciptakan terobosan berbasis kerja sama global yang mampu mengharumkan nama daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menambahkan, kehadiran pemerintah daerah sudah dimulai sejak masa persiapan awal. Menurutnya, kematangan proses di awal sangat menentukan hasil akhir dari program ini

. "Program Murni Kasih hadir untuk memastikan pendidikan bukan tanggung jawab orang tua semata, melainkan kerja kolaboratif sekolah dan pemerintah. Kemitraan dengan UGM ini merupakan pintu masuk strategis untuk melahirkan generasi masa depan yang mumpuni untuk memajukan Ngada," kata Wabup Bernadinus.

Sebagai catatan, Pemkab Ngada terhitung sukses dalam intervensi pendidikan tinggi. Pemda tercatat telah mengirimkan hampir 1.000 putra-putri daerah ke berbagai perguruan tinggi dalam negeri melalui skema kemitraan serupa yang disokong beasiswa Program Murni Kasih. Selain sektor formal, program andalan ini juga telah memfasilitasi pengiriman tenaga kerja magang ke Jepang.

 Kepala SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa, menjelaskan para siswa tidak langsung diterbangkan ke Taiwan. Mereka wajib melewati masa matrikulasi yang ketat selama sembilan bulan. Fase pendampingan ini dibagi ke dalam dua tahapan.

 Tahap pertama berupa pembelajaran daring (online) pada November 2026 hingga April 2027. Selanjutnya, tahap kedua diisi dengan pendampingan tatap muka (offline) langsung di kampus UGM Yogyakarta pada April hingga September 2027.

 Hendrianto menambahkan, skema perkuliahan di Taiwan nantinya dirancang dengan pendekatan aplikatif. Pihak universitas di Taiwan akan memfasilitasi mahasiswa dengan program magang resmi, sehingga mereka bisa memperoleh pendapatan tambahan selama menempuh studi.

 "Kami berterima kasih atas langkah proaktif Pemkab Ngada melalui Program Murni Kasih. Dari aspek SDM, sekolah mempersiapkan anak-anak secara matang, dan pemerintah daerah hadir menyentuh langsung aspek pendanaannya," tutur Hendrianto.

 Apresiasi senada disampaikan perwakilan orang tua murid, Noni dan Rini. Mereka mengaku sangat lega atas dukungan nyata dari pemerintah daerah saat anak-anak mereka mendapatkan peluang emas di tingkat internasional.

"Kami bangga atas peran nyata pemda dalam mendukung putra-putri Ngada. Bantuan dana melalui Program Murni Kasih ini sangat meringankan langkah kami," tandas mereka.

 (NF/Red-Tam)

Berita Terkait

Berita Terbaru