← Kembali ke Beranda
NTT

GMNI Ngada Gembleng Kader Baru, Marhaenisme dan Nasionalisme Dibumikan di Tanah Ngada

Redaksi • • 3 menit baca
Ngada • Penulis: Redaksi • Bagikan: WA FB X
GMNI Ngada Gembleng Kader Baru, Marhaenisme dan Nasionalisme Dibumikan di Tanah Ngada
PPAB -GMNI Cabang Ngada gelart Penerimaan Anggota Baru Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026, di SDI Rutosoro, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

NERANTT.COM,BAJAWA- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Cabang Ngada menyelenggarakan kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026, bertempat di SDI Rutosoro, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini mengusung tema “Membumikan Nasionalisme Marhaenisme di Tanah Ngada.”

Kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru merupakan salah satu tahapan penting dalam proses kaderisasi GMNI untuk membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran ideologis, wawasan kebangsaan, semangat perjuangan, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai sejarah perjuangan GMNI, ideologi Marhaenisme, nasionalisme, serta peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tema yang diangkat dalam kegiatan PPAB tahun ini menegaskan pentingnya menghidupkan nilai-nilai nasionalisme dan Marhaenisme dalam realitas kehidupan masyarakat Kabupaten Ngada.

Nasionalisme tidak hanya dimaknai sebagai kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga sebagai komitmen untuk menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan membangun daerah berdasarkan semangat kebangsaan.

Sementara itu, Marhaenisme sebagai ideologi perjuangan yang diperkenalkan oleh Bung Karno menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat kecil serta perjuangan mewujudkan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi kader GMNI dalam memahami dan merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam konteks kehidupan masyarakat Ngada, membumikan nasionalisme dan Marhaenisme berarti membangun kesadaran generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan berbagai tantangan pembangunan daerah.

Kader GMNI diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat, memahami realitas kehidupan rakyat, serta mengambil bagian dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat secara kritis, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Penyelenggaraan PPAB bukan sekadar kegiatan penerimaan anggota baru, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter, penanaman ideologi, dan penguatan komitmen perjuangan mahasiswa.

Melalui proses kaderisasi ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun kesadaran kolektif, memperkuat solidaritas, serta memahami kedudukan mahasiswa sebagai bagian dari kekuatan perubahan sosial.

GMNI sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan memiliki tanggung jawab untuk melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga integritas moral, kepekaan sosial, dan keberanian dalam memperjuangkan keadilan.

Oleh karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan PPAB diharapkan tidak berhenti pada ruang pembelajaran dan diskusi, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan kampus, organisasi, dan masyarakat.

Melalui kegiatan PPAB Tahun 2026, GMNI Cabang Ngada diharapkan semakin memperkuat komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berideologi, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah serta bangsa.

Membumikan nasionalisme dan Marhaenisme di Tanah Ngada membutuhkan kerja nyata, konsistensi perjuangan, dan keberanian untuk berpihak pada kepentingan rakyat. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan yang terjadi, tetapi harus mampu mengambil peran sebagai kelompok intelektual yang kritis, independen, dan bertanggung jawab.

Kaderisasi ini menjadi langkah awal bagi para anggota baru untuk mengenal lebih dalam identitas perjuangan GMNI sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi kader berarti bersedia belajar, mengabdi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat perjuangan GMNI diharapkan terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Ngada, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.

Membumikan nasionalisme Marhaenisme di Tanah Ngada bukan sekadar slogan, melainkan panggilan perjuangan untuk membangun kesadaran, memperkuat persatuan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(*)

(*NF)

Berita Terkait

Berita Terbaru