
Hadiri Ritual Ghobo Keri, Berny Dhey : Kekayaan Budaya Ngada Perlu Dijaga sebagai Identitas
NERANTT.COM, NGADA -Wakil Bupati Ngada menghadiri ritual Sapu Seru Neko Dhejo Ghobo Keri Ngadhu-Bhaga di Kampung Rakalaba, Kecamatan Golewa Barat, Rabu (28/10).
Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada dalam menjaga, melestarikan, dan memajukan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Ghobo Keri dilaksanakan untuk 12 Ngadhu dan Bhaga di wilayah Kecamatan Golewa Barat. Ritual ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali berkumpul, merawat hubungan sosial, serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngada memberikan bantuan sebesar Rp120 juta untuk perbaikan Ngadhu-Bhaga di Kampung Rakalaba melalui semangat Program Murni Kasih.
Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ruang dan simbol budaya tetap terawat serta dapat terus digunakan oleh masyarakat adat.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kebudayaan memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat di tengah berbagai kesibukan.
Karena itu, kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Ngada perlu terus dijaga sebagai identitas dan kekuatan pembangunan daerah.
Pemajuan kebudayaan juga perlu berjalan bersama dengan pemahaman generasi muda. Wakil Bupati mengajak kaum muda untuk mendalami budaya dan ritual adat secara baik, memahami makna dan tata caranya, serta tidak dengan mudah mengubahnya hanya karena merasa memiliki pengetahuan yang lebih. Setiap ritual memiliki nilai dan kebijaksanaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Pemerintah daerah, lanjut Wakil Bupati, berkomitmen menjadikan pelestarian dan pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari Program Murni Kasih.
Kebudayaan tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi yang menjaga arah, karakter, dan keberlanjutan pembangunan daerah. Tanggung jawab menjaga budaya karena itu perlu dilakukan bersama oleh pemerintah, lembaga adat, generasi muda, dan seluruh masyarakat.
Di tengah pertemuan tersebut, Wakil Bupati juga membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi.
Ruang dialog ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat didengar dan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Wakil Bupati turut mengajak seluruh masyarakat menjaga situasi dan kondisi tetap aman serta kondusif.
Para panitia dan peserta Pilkades diharapkan menjalankan proses dengan mengedepankan kesopanan, etika, dan sikap saling menghargai, sehingga dinamika politik di desa tetap berlangsung secara sehat dan membawa kebaikan bagi masyarakat(*).

