← Kembali ke Beranda
NTT

Jalan Teni Topijo Mulai Aspal, Warga : Sejak Indonesia Merdeka, Baru Kali Ini Dibangun

Redaksi NeraFlores • • 5 menit baca
Ngada • Penulis: Redaksi NeraFlores • Bagikan: WA FB X
Jalan Teni Topijo Mulai Aspal, Warga : Sejak Indonesia Merdeka,  Baru Kali Ini Dibangun
Wakil Bupati Ngada Sambangi anak-anak di Lopijo.

NERANTT.COM, NGADA - “Sejak Indonesia merdeka, mungkin baru kali ini kami (warga Desa Heawea) bisa merasakan (jalan beraspal) seperti masyarakat lain”. 

Ungkapan tersebut keluar dari mulut Kepala Desa Heawea, Fransiskus Day (41) saat menyambut kedatangan Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu untuk meresmikan pembangunan jalan yang diawali dengan Ri’a Ulu Ngana pada Selasa (27/10) siang. 

Pernyataan tersebut tidak terlepas dari kondisi jalan yang sangat menantang dengan medan ekstrem, sehingga rencana pembangunan hotmix dari masa ke masa hanya berakhir pada janji belaka. 

Saat itu, kira-kira pukul 14.00 WITA, para tetua adat dari kampung Teni dan Lopijo, pemuda pemudi serta anak-anak sudah menanti kedatangan rombongan Wakil Bupati dengan penuh antusias. Mereka hadir untuk menyaksikan momen bersejarah yang akan mereka kenang hingga anak cucu nanti.

Desa Heawea berada di bagian barat Kabupaten Ngada, tepatnya di Kecamatan Aimere yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Manggarai Timur. Desa yang terdiri dari 2 kampung utama yaitu Kampung Teni dan Lopijo tersebut sebenarnya cukup dekat dari Kota Bajawa. Namun, medan berbukit dan lembah membuat akses ke wilayah tersebut justru sedikit lebih mudah melalui Kecamatan Bajawa Utara yang bisa memakan waktu hingga 2 jam perjalanan. 

Heawea juga merupakan salah satu wilayah yang cukup terisolir di Kabupaten Ngada. Menuju Heawea melalui Aimere harus melewati medan ekstrem dengan aliran sungai dan tanjakan tajam.

 Sementara melalui Bajawa Utara harus melewati medan yang menantang kurang lebih 3 Km jalan yang belum di-hotmix sejak pertama kali dibukanya akses transportasi pada 2011 silam. Apalagi memasuki musik hujan, bukan menjadi cerita baru bahwa Heawea benar-benar menjadi desa yang sulit untuk dijangkau siapapun. 

“Saya mewakili masyarakat walaupun jalan belum mulai kerja tapi dengan adanya buldoser dan eksavator di depan rumah kami sudah senang. Karena ini bukan sekadar janji lagi,” tambah Kepala Desa ketika melihat sejumlah alat berat sudah berada di lokasi.

Kebahagiaan Heawea tergambar jelas dari wajah-wajah masyarakat yang sudah sekian lama mendambakan jalanan hotmix ke wilayah tersebut. Dari masa ke masa, harapan masyarakat tidak lain hanyalah akses transportasi yang sama seperti di wilayah lain di Kabupaten Ngada. Mereka tidak mengharapkan hal yang muluk, karena bagi mereka jalanan yang bagus akan memberi efek domino pada sektor-sektor lainnya. 

“Ini semua karena doa-doa kita selama ini. Saya mungkin sudah tua, tapi jalan ini sangat penting untuk generasi selanjutnya. Sudah dari dulu tapi baru sekarang ketika umur saya sudah tua baru jadi nyata,” ujar Kosmas Mite salah satu sesepuh Kampung Lopijo.

Pria berusia 72 tahun itu menegaskan bahwa adanya pembangunan jalan hotmix merupakan berkat luar biasa. Masyarakat Heawea sangat bersyukur karena ke depan mereka bisa menjual komoditas atau hasil alam lebih mudah. 

Mengingat selama ini mereka hanya menggunakan sepeda kotor, dum truck, hingga berjalan kaki untuk mengangkut hasil alam atau pun membawa sembako dan kebutuhan harian.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan bahwa pembangunan jalan hotmix sepanjang 2,8 Km dari Woewali - Bajawa Utara menuju Kampung Lopijo merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk membuka akses ke wilayah-wilayah terisolir di Kabupaten Ngada. 

Di sisi lain, dampak gempa Flores pada 15 Agustus lalu mengingatkan kembali pihak-pihak berwenang bahwa akses transportasi sangat penting untuk menanggapi situasi darurat bencana.

“Saya pikir bersyukur itu kata yang mesti kita ucapkan terus-menerus. Di balik bencana ternyata ada rahmat. Saya dan Bupati serta DPRD dan BNPB saat itu langsung memikirkan bagaimana akses ke Heawea ini bisa segera hotmix. Bagaimana kita mau bangun kembali rumah, bangun kembali kapela kalau jalan masih seperti ini. Jangan sampai biaya angkut bahan bangunan justru jadi lebih besar dari pada membangun rumah warga,” ucapnya mengingat kembali saat mengunjungi Heawea pasca bencana.

Wakil Bupati menjelaskan bahwa anggaran pembangunan jalan merupakan bagian dari Bantuan Presiden (Banpres) untuk bencana senilai Rp5,3 miliar. Anggaran tersebut seharus digunakan untuk memperbaiki jalan atau fasilitas yang rusak akibat bencana. Sementara jalur menuju Heawea belum pernah dibangun sebelumnya. 

Oleh karena itu, bersama BNPB, pemda kemudian mencari formulasi yang tepat agar pemulihan pasca gempa memiliki dampak keberlanjutan pada pembangunan daerah. Sebab, daerah yang terdampak gempa akan makin sulit pulih bila aksesnya masih tertutup.

“Kita betul mau perbaiki rumah runtuh, tapi bagaimana mengangkut material kalau jalan kita buruk. Itu diskusi kita dengan BNPB,” tambahnya.

Wakil Bupati kemudian menyampaikan salam dari Bupati Ngada yang tidak sempat menghadiri kegiatan tersebut. Bupati harus mengikuti agenda lain yang tidak bisa diwakili. Namun, dirinya berjanji bahwa Bupati dan anggota DPRD akan kembali mengunjungi Heawea nanti.

Dia juga berharap dukungan masyarakat Heawea agar proses pembangunan bisa berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan. Semua hal terkait pembebasan lahan hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan demi kebaikan bersama.

Suasana sore itu begitu hangat dan penuh kekeluargaan. Wakil Bupati duduk dan berdiskusi dengan sesekali candaan bersama warga Heawea. Kurang lebih hampir 4 jam obrolan yang selingi canda tawa dan ditemani sebotol moke menambah kehangatan di bukit Heawea yang dikelilingi hutan belantara. Jauh dari keramaian, jauh dari hiruk pikuk kota, tetapi di situ harapan yang sempat redup berpuluh tahun kini mulai tumbuh dan menjadi nyata. 

Heawea akan segera memiliki jalanan hotmix. Teni dan Lopijo akan memiliki akses yang terbuka, serta siap dikunjungi siapa pun dan kapan pun. Ngada bangkit lebih cepat, pulih lebih baik(*). 

Berita Terkait

Berita Terbaru