
Pacuan Kuda Bupati Ngada CUP Resmi Dibuka, 79 Kuda Siap Berlaga
NERAFLORES.COM, BAJAWA – Bupati Ngada membuka secara langsung Lomba Pacuan Kuda Bupati Ngada Cup di Lapangan Pacu Bure, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini diikuti 79 kuda dari berbagai daerah dan menjadi ruang kebersamaan masyarakat melalui tradisi pacuan kuda.
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngada, Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Ketua Pordasi Kabupaten Nagekeo, serta perwakilan Polres Ngada dan Kodim 1625 Ngada.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada, Raymundus Bena menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh pihak selama pelaksanaan turnamen.
Pertama, panitia harus menjalankan tugas secara adil dan menjunjung tinggi sportivitas agar perlombaan berlangsung tertib dan dapat dipercaya oleh seluruh peserta.
Kedua, para joki dan pemilik kuda diminta untuk tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga mengutamakan persaudaraan.
Bupati menegaskan bahwa pacuan kuda kali ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi, yakni menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis (trauma healing) bagi masyarakat di tengah situasi duka akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores.
Ketiga, masyarakat dan penonton diimbau menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Seluruh pihak diharapkan memahami bahwa pacuan kuda merupakan tradisi yang harus mempererat hubungan persaudaraan, bukan menjadi sumber perselisihan.
Dalam laporannya, Ketua Pordasi Kabupaten Ngada menyampaikan bahwa perlombaan berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Oktober 2026. Sebanyak 79 ekor kuda telah terdaftar untuk mengikuti kompetisi, berasal dari Kabupaten Ngada, Nagekeo, Manggarai, serta Sulawesi, Sikka, Bima, dan Sumba.
Perlombaan dibagi ke dalam delapan kelas, yakni kelas AA sebanyak 8 ekor, kelas A 12 ekor, kelas B 11 ekor, kelas C 14 ekor, kelas D 8 ekor, kelas E 7 ekor, kelas P1 8 ekor, dan kelas P2 11 ekor.
Melalui Bupati Ngada Cup, pemerintah daerah berharap tradisi pacuan kuda terus berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat sekaligus menjadi ruang hiburan, pemulihan semangat, dan penguatan kebersamaan di tengah masyarakat.(*)
(*/NF)

