← Kembali ke Beranda
NTT

Wakil Bupati Ngada Sambut Peserta Camino de Flores di Kampung Beiposo

Redaksi NeraFlores • • 3 menit baca
Ngada • Penulis: Redaksi NeraFlores • Bagikan: WA FB X
Wakil Bupati Ngada Sambut Peserta Camino de Flores di Kampung Beiposo
Wakil Bupati Ngada, bersama Masyarakat Beiposo sambut hangat kehadiran Mari Elka Pangestu. Jumad, 23/10 malam..

NERANTT.COM, NGADA - Wakil Bupati Ngada Bernandinus Dhey Ngebu menyambur peserta Camino de Flores 2026 di Kampung Beiposo, Kecamatan Bajawa. Kehadiran 40 peserta ziarah religi yang mengambil titik start dari Patung Bunda Maria Semesta Alam Wolowio menuju Kampung Beiposo merupakan inisiasi dari Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu yang merayakan ulang tahun ke 70.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Mari Elka Pangestu. Pemerintah dan masyarakat Ngada, khususnya masyarakat di Kampung Beiposo menyambut dengan hangat kehadiran peserta Camino de Flores dan kesempatan bisa merayakan hari bahagia bersama masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten Ngada khususnya Wolowio dan Beiposo kami menyampaikan selamat kepada Ibu Mari Elka Pangestu. Malam ini kesempatan untuk merayakan kehidupan dan sebagai Pemerintah Kabupaten Ngada karena perayaan bahagia ini dirayakan di tengah kami, di Kampung Beiposo,” ujarnya.

Wakil Bupati mengatakan bahwa kehadiran peserta Camino de Flores bukan sekadar kunjungan biasa. Kehadiran peserta Camino de Flores merupakan awal yang baik untuk mempromosikan daerah Ngada dan Flores pada umumnya sebagai salah satu daerah wisata religi.

“Masyarakat kami memiliki tradisi menyambut tamu dengan sapaan adat tarian dan makan malam bersama. Semua itu merupakan ungkapan penghormatan, penerimaan dan persaudaraan,” tambahnya.

Sementara itu, Romo Vikep Bajawa RD Gabriel Idrus menyampaikan bahwa Keuskupan Agung Ende tengah mencoba merancang wisata religi. Kehadiran Camino de Flores pun menjadi gagasan yang bisa dikembangkan dan diharapkan terus berlanjut.

Mari Elka Pangestu pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat di Kampung Beiposo. Dirinya merasa sangat bahagia karena di hari ulang tahunnya bisa merayakan bersama masyarakat.

“Saya sangat bersuka cita atas perayaan ini. Pagi tadi kita semua menyaksikan sunrise dari Bukit Wolobobo, laku ke air panas. Kemudian sore ini bisa merayakan misa di Patung Bunda Maria Semesta Alam Wolowio dan malam ini bersama masyarakat di Kampung Beiposo. Terima kasih sudah mengijinkan kami untuk merayakan bersama momen ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa gagasan melakukan Camino de Flores berawal dari keinginannya untuk merayakan hari bahagia dengan cara yang sedikit berbeda. Dirinya tidak ingin merayakan dengan pesta meriah tetapi ingin memberi kembali. 

Lantas, terlintas dibenaknya terkait Flores. Mari merasa begitu dekat dengan Flores karena dirinya pernah bergabung di Kementerian Pariwisata dan cukup mengenal Flores. 

Bersama keluarga dan kerabat, Mari memulai Camino de Flores di tiga Kabupaten yaitu Ngada, Nagekeo dan Ende. Camino de Flores akan melakukan perjalanan sepanjang 70 km yang diawali di Ngada. Peserta ziarah religi tersebut akan mengunjungi tempat wisata religi, wisata budaya dan alam. Perjalanan tersebut juga sebagai bentuk refleksi alam, b

udaya dan kehidupan.

Berita Terkait

Berita Terbaru